Kampus

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 November 2014

Maling Motor ini Sudah Jadi Kaya Raya

Posted By: Dani - 19.13
Maling Motor ini Sudah Jadi Kaya Raya
MOJOKERTO- Raut gembira terpancar dari wajah Anas Ulfan (41) warga Dusun Manduro, Desa Manduro Mangku Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Sepeda motornya yang hilang dicuri lima tahun lalu, kini kembali.

Anas kaget bukan kepalang saat empat orang datang ke rumahnya. “Mereka pertamanya, menanyakan, apakah saya pernah kehilangan motor lima tahun lalu. Terus mereka memberikan saya Motor Mio berikut STNK dan BPKB. Katanya mereka dulu yang mencuri motor saya,” kata Anas rumahnya.

Dikisahkan Anas, pada tahun 2009, Motor Mio miliknya dicuri saat sedang diparkir di depan rumahnya. “Saya haanya pasrah ketika itu, lima menit saya tinggal masuk ke rumah eh digondol maling. Saya yakin motornya tidak akan kembali,” katanya.

Tapi, Anas kaget ketika rumahnya didatangi empat orang mengendarai mobil Toyota Yaris dan mengganti motor yang hilang dengan Mio yang baru. “Mereka mengaku mencuri motor saya, dan katanya, sekarang sudah kaya raya dan sukses di Pasuruan, makanya motor saya diganti, Alhamdulilah,” tutup Anas.

(ugo/okezone)

Video Kristenisasi di Car Free Day Jakarta

Posted By: Dani - 19.02
Video Kristenisasi di Car Free Day Jakarta

JAKARTA -- Sebuah video mengenai upaya kristenisasi di ibu kota DKI Jakarta beredar melalui situs berbagi video, Youtube. Dalam video bertajuk 'Spesial: Kristenisasi Terselubung di Car Free Day Jakarta', diperlihatkan sederet upaya sebuah komunitas melakukan gerakan kristenisasi terselubung di dalam rangkaian CFD, 2 November 2014. 





Video tersebut diunggah 3 November 2014, dibuat rtk Channel HD dan berdurasi 23 menit dan 43 detik. Cerita berawal lewat sang pembawa acara, Rateka Winner Lee, yang menunjukkan sejumlah barang yang diperoleh dari pengunjung CFD. 

Barang-barang tersebut meliputi kalung bergambar merpati, biskuit, permen, pin bertuliskan I'm Saved (Saya terselamatkan) dan sejumlah barang lain. Menurut Rateka, barang-barang itu disebarkan oleh sukarelawan sebuah komunitas yang mengedepankan semangat kebangsaan.

"Tapi dari ciri-ciri mereka mengemban misi khusus di CFD," ujar Rateka. 

Setelah itu, Rateka melakukan perjalanan dan menyambangi sejumlah orang, baik itu anak-anak, dewasa hingga manula, yang baru memperoleh barang-barang dari komunitas tersebut. Semisal, empat orang bocah bersepeda yang diberi kalung bergambar merpati. 

Bocah-bocah itu mengaku tidak mengerti maksud simbol tersebut. Pun dengan seorang remaja tanggung beserta rekannya yang berjilbab. Keduanya pun tak memahami makna kalung tersebut. "Itu simbol kasih dalam kristen. Soalnya banyak yang gak tahu," kata Rateka. 

Dalam bagian lain video, diperlihatkan seorang sukarelawan meminta para bocah membawa puisi berjudul Indonesia negeri pujaan. Dari beberapa bocah, hanya satu orang yang membaca puisi dengan lantang. Sukses membacakan puisi tersebut, seorang pria yang mengaku sukarelawan memberikan susu. 

Namun ketika ditanya apakah kegiatan semacam ini terkait dengan upaya kristenisasi? Sang sukarelawan pun memberi penjelasan. "Kita komunitas Peduli Indonesia yang cinta Indonesia.'' 

''Kita mendukung pemerintah yang ada. Kita ingin berbuat sesuatu karena masyarakat ada untuk mendukung legitimasi pemerintah. Kita pasti bisa," kata sukarelawan itu. 

Saat ditanya apa saja aktivitas komunitas, sukarelawan membenarkan bahwa komunitas membagi-bagikan kalung, biskuit dan lain-lain. 

"Kita harus berbuat sesuatu gak bisa nunggu," ujarnya. Terkait keberlanjutan aktivitas komunitas, sukarelawan itu mengaku masih wait and see. Jika ada yang menyalurkan bantuan, bagi pembagian barang-barang terus berjalan. "Ini teman-teman yang punya keinginan hati," katanya. 

Saat ditanya, asal gereja, sang sukarelawan membantah. "Gak ada gereja," ujarnya. Sementara untuk kalung bergambar merpati, sukarelawan itu menyebut merpati adalah simbol kedamaian. Negara atheis sekalipun mengakui hal tersebut. Apakah basisnya gereja? "Nggak, nggak," sukarelawan itu kembali membantah. 

Setelah itu, reportase dilanjutkan dengan pengambilan gambar remaja-remaja yang diberikan kalung bergambar merpati maupun barang-barang lain. Pengambilan gambar dilakukan pula terhadap remaja-remaja yang diberikan biskuit dan permen. Menjelang 2/3 reportase, Rateka menangkap sebuah momen yang menjadi penegas kristenisasi tengah berjalan.

Sabtu, 01 November 2014

[FOTO] Mahasiswa Tuntut Khilafah di Depan Gedung Merdeka Bandung

Posted By: Dani - 17.40
HTI Press. Sekitar 2500 mahasiswa Islam se-Jawa Barat mengikuti acara ICMS (Indonesia Congress of Muslim Student) Jawa Barat yang diadakan di depan Gedung Merdeka (26\10) jalan Asia Afrika , dengan tema besar “We Need Khilafah, Not Democracy and Liberal Capitalism“. Para orator kembali menegaskan sistem demokrasi pangkal dari seluruh masalah di Indonesia , sudah seharusnya diganti dengan Khilafah yang akan menerapkan seluruh syariah Islam. Khilafah akan membawa kesejahteraan bagi rakayat Indonesia.

Hadir pula orator dari Senegal yang menyerukan persatuan seluruh kaum muslim dengan menegakkan Syariah dan Khilafah. Acara ditutup dengan pernyataan Resolusi Mahasiswa Islam Indonesia yang ditujukan ke pemerintahan terbaru Jokowi-JK. Resolusi ini menuntut agar rezim Jokowi-JK meninggalkan sistem demokrasi dan menerapkan hukum Islam. [Photo By: Fatih Solahuddin]

Copyright © 2013 Informasi Mahasiswa Bandung Berprestasi dan Juara!™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.